|
Untaian Nasehat Dari Majalah AlMultaqa* |
|
Ditulis Oleh Administrator
|
|
Friday, 15 May 2009 |
Sungguh menakjubkan ketika melihat seorang pemuda yang nampak pada dirinya cahaya kebaikan, dia membiarkan jenggotnya tumbuh, mengangkat kain celananya di atas mata kaki, dan berpegang teguh pada sunnah nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم, manusia yang paling berhak untuk kita cintai melebihi kecintaan kita kepada siapapun di bumi ini, pemuda yang selalu menjaga agamanya dengan memilih kepada siapa dia berteman dan dimana dia harus bermajlis, dan yang lebih menakjubkan dari itu semua adalah apa yang nampak secara dzhohir tidaklah mengungguli dan menyamai apa yang ada dalam hatinya, kekuatan keimanan yang menjadikannya jauh lebih takut kepada Allah عز وجل ketika dia bersendirian ketimbang ketika dia duduk bersama dengan saudara-saudaranya, ataupun ketika dia bercengkrama dengan keluarga dan kerabatnya, bentuk pembuktian keimanan yang tidak semua orang bisa melakukannya. Bahkan diantara hamba-hamba Allah عز وجل ada yang dengan mudahnya memenuhi seruan-seruan syaithon yang berisi ajakan untuk memperturutkan hawa nafsu dan menjadikan keagungan Allah عز وجل menjadi sesuatu yang tak bernilai, ajakan yang akan terasa semakin kuat ketika kita bersendirian, ajakan yang sudah semestinya untuk kita abaikan, Sahnun rahimahullah berkata : “إياك أن تكون عدوا لإبليس في العلانية صديقا له في السر" Artinya : Janganlah engkau menjadi musuh syaithon ketika ada yang melihatmu padahal dia (syaithon) menjadi teman karibmu ketika engkau bersendirian.
|
|
Pemutakhiran Terakhir ( Saturday, 16 May 2009 )
|
|
Selengkapnya...
|
|
Mukmin, sosok yang menakjubkan |
|
Ditulis Oleh Administrator
|
|
Tuesday, 12 May 2009 |
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh mengagumkan urusan seorang mukmin. Sesungguhnya semua urusannya adalah baik. Dan hal itu tidak akan diperoleh kecuali oleh seorang mukmin. Apabila dia mendapatkan kesenangan, maka dia bersyukur. Maka hal itu merupakan kebaikan baginya. Dan apabila dia tertimpa kesusahan maka dia bersabar. Maka itu juga merupakan kebaikan baginya.” (HR. Muslim) Dua pilar keimanan Ibnul Qayyim rahimahullah di dalam Madarij as-Salikin menjelaskan bahwa iman itu terdiri dari dua bagian, satu bagian sabar dan satu bagian yang lain adalah syukur. Terdapat riwayat serupa dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam namun riwayat itu dilemahkan oleh Syaikh al-Albani (lihat ad-Dha’ifah [625]). Ibnul Qayyim juga menggambarkan bahwa sabar bagi iman laksana kepala bagi tubuh seorang insan. Ungkapan serupa juga diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu’anhu. Sehingga, tidak ada iman pada diri orang yang tidak memiliki kesabaran, sebagaimana halnya tidak berfungsi tubuh apabila tidak ada kepalanya (lihat Hasyiyah Kitab at-Tauhid).
|
|
Selengkapnya...
|
|
Kisah Mengejutkan, Yahudi AS Memeluk Islam! |
|
Ditulis Oleh Administrator
|
|
Tuesday, 12 May 2009 |
|
AMERIKA SERIKAT (SuaraMedia) – Sebelum matahari muncul dari ufuk timur, Amalia Rehman membangunkan suaminya, Habib, putrinya yang berusia 14 tahun, Ilana, dan putranya yang berusia 11 tahun, Moosa, di ruang tamu untuk melaksanakan shalat Shubuh berjamaah. “Allahu akbar,” kata Moosa dengan lantang, seraya menggetarkan bunyi “r”, mengimami setiap anggota keluarga yang berbaris dalam dua shaf menghadap timur ke arah kota Mekkah. Ruangan tersebut hanya dikelilingi oleh tembok polos, dengan dua buah prasasti bertulisan Arab tergantung di dinding. “Allahu akbar,” ulang Moosa dan seluruh anggota keluarga melanjutkan gerakan shalat. Setelah selesai shalat, Amalia membangunkan dua putra terkecilnya, Mikail yang berusia 7 tahun, dan Daaniel yang berumur 4 tahun, agar segera bersiap-siap untuk berangkat sekolah (anak-anak yang belum baligh belum diwajibkan untuk shalat lima waktu, namun anak-anak dapat bergabung dengan keluarga untuk shalat berjamaah dalam salah satu atau kelima shalat wajib).
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Fakta Mengapa Daging Babi Diharamkan |
|
Ditulis Oleh Administrator
|
|
Monday, 11 May 2009 |
|
Fakta bahwa mengonsumsi daging babi diharamkan dalam Islam sudah banyak diketahui. Poin-poin berikut menjelaskan beberapa aspek dari larangan ini: Pertama, daging babi diharamkan dalam Al-Qur’an Al-Qur’an mengharamkan mengonsumsi daging babi tidak kurang di tiga ayat yang berbeda yaitu dalam surat Al-Baqarah: 173, Al-Maidah: 3, dan An-Nahl: 115. Dalam surat Al-Maidah, Allah Ta’ala berfirman, “Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala…” (QS. Al-Maidah: 3) Ayat-ayat Al-Qur’an di atas sudah cukup memuaskan bagi seorang muslim menyangkut mengapa daging babi diharamkan.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Kita, Ukhuwah dan Sandiwara |
|
Ditulis Oleh Administrator
|
|
Monday, 11 May 2009 |
Senyumnya tak lagi seindah dulu, saat awal aku diajak untuk menuntut ilmu. Sapaannya tak selembut dan sesering dulu, saat menutup aurat aku masih canggung dan malu, kini ketika aku terbaring sakit berkeluh tak ada pelipur yang membuat haru meski sekedar pelaru rindu. Ah, seandainya bukan karena Rabb-ku aku ingin kembali seperti dulu. Atas nama ukhuwah aku menuntut kemana ia berlalu? Saudaraku, mungkin setiap hari kita senantiasa menyebut kata ukhuwah, menceramahkannya, menceritakan keindahan dan keutamaannya dan –mungkin- tak jarang kita bahkan terkagum-kagum dengan kisah-kisah lampau yang menggambarkan keajaiban ukhuwah yang terjalin di antara pejuang sofwah Islamiyah, menjadikan kita bersemangat untuk mengejawantahkannya dalam kehidupan sehari-hari kita baik kepada sesama penuntut ilmu dan pejuang dakwah maupun kepada orang awam sekeliling kita, terlebih kita tahu bahwa ia adalah salah satu sendi agama kita.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
|
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>
|
| Hasil 29 - 37 dari 118 |