|
Wahdah Islamiyah Tetap Konsisten di Jalur Dakwah dan Tarbiyah |
|
Ditulis Oleh Administrator
|
|
Thursday, 05 November 2009 |
|
(Klarifikasi Wahdah Islamiyah Terhadap Pemberitaan di Harian Tribun/Ahad/1/11/09) Tentang pemberitaan Harian Tribun, yang mengutip pernyataan Ketua Umum Wahdah Islamiyah, (WI), Ust. Muh. Zaitun Rasmin, Lc Harian Tribun/Ahad/1/11/09 yang mengatakan bahwa WI siap membentuk partai politik sama sekali tidak benar. Di depan seluruh peserta Mukernas WI VI, Ust. Zaitun menegaskan, bahwa WI sebagai sebuah ormas Islam tetap fokus dan konsisten dalam dakwah dan pembinaan umat, serta tidak akan terjun atau terlibat di jalur politik praktis, apalagi mendirikan partai politik. Saat ini, WI juga fokus untuk mencapai visi 2015, yakni menjadi ormas Islam yang eksis diseluruh ibukota propinsi di seluruh Indonesia, yang ditandai dengan terbentuknya Dewan Pimpinan Cabang (DPC), serta memiliki 100 pesantren tahfidz di seluruh Indonesia. Ke depan, WI akan bekerja keras agar visi misi tercapai, apalagi saai ini tantangan dakwah kian berat. Sehingga, kerja keras, dan kerjasama dengan seluruh komponen masyarakat, pemerintah, serta ormas Islam lainnya, amat diperlukan WI berharap dengan tercapainya visi misi tersebut dapat mewujudkan umat yang rahmatan lil alamin yang bermartabat.
|
|
Wahdah Islamiyah Gelar Mukernas VI |
|
Ditulis Oleh Administrator
|
|
Tuesday, 03 November 2009 |
(www.eramuslim.com/berita/nasional) Ormas Islam Wahdah Islamiyah (WI) melaksanakan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) yang ke VI berlangsung 31 Oktober hingga 1 Nopember di Gd. Makarti LAN Makassar. Menurut Ketua Panitia Rusmin Latif, ST, kegiatan ini bertujuan merumuskan program-program (WI) dua tahun ke depan. Selain itu, lanjut alumni Unhas ini, beberapa kebijakan strategis, rekomendasi akan diputuskan dalam mukernas. Mukernas VI ini mengambil tema “Dengan Ukhuwah, Kerja Keras, Konsisitensi, dan profesionalitas Kita Wujudkan Ummat Rahmatan lil ‘alamin yang bermartabat”, yang akan diikuti sekitar 350 utusan dari 35 Cabang dan 20 Daerah Binaan di Seluruh Indonesia.
|
|
Selengkapnya...
|
|
Pengumuman Nama-nama Mahasiswa Baru Universitas Islam Madinah dari Indonesia 1430/1431H |
|
Ditulis Oleh dhiyaulhaq
|
|
Monday, 10 August 2009 |
|
 Alhamdulillah, berikut ini nama-nama mahasiswa baru dari Indonesia yang diterima di Universitas Islam Madinah, Saudi Arabia yang totalnya berjumlah 60 orang 1. Abdul Aziz Firdaus 2. Musfir ‘Arif 3. Fauji Yahya Jabir Yahya 4. Kholid Saifullah Muh. Asad 5. Wahyuddin Ahmad Marjun 6. Ahmad Sobri Marzuqi Ramli 7. Rusmin Nuryadin 8. Basri Jadah 9. Dahrul Falihin 10. Hermawan Laila Jamaluddin 11. Hartono Jauhan 12. Muh. Zulfadhli Ma’shum Al Yusifi 13. Didi Wibayanasif Suryadi 14. Maki Syarif Hidayatullah 15. Agus Salim Qamaruddin 16. Aan Candra Tholib 17. Muh. Yusuf Rustam 18. Hendro Ali Ghafur 19. Ridwan Hambali Ilyas 20. Surahman Yati 21. Muh. Dhiyaul Haq Muh. Qasim 22. Mu’ammar Ma’ruf 23. Fahmi Bahreisy 24. Faiz Sufyan Mayutu 25. Isfiransa Zawawi 26. Imam Ali Albantani 27. Qoisar Watimena 28. Tiyas Rizqiyadi 29. Zulkifli Ahmad 30. Idrus bin Abdrahman Assega
|
|
Pemutakhiran Terakhir ( Tuesday, 11 August 2009 )
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Ditulis Oleh Administrator
|
|
Monday, 15 June 2009 |
|
Sebelum terjadi perang Qadisiah, Panglima Perang Sa'ad bin Abi Waqash mengirimkan utusan bernama Rabi' bin Amir untuk menemui Jenderal Rustum, panglima Perang Persia. Rabi' masuk ke tenda Rustum yang bergelimang kemewahan dengan tetap memegang tombak dan menuntun kudanya. Ketika Rustum bertanya, “Apa tujuan kalian?” dengan tegas Rabi' menjawab, “Allah telah mengutus kami untuk membebaskan orang-orang yang dikehendaki-Nya dari penyembahan sesama manusia menuju penyembahan Allah semata, dan membebaskan manusia dari kesempitan menuju kelapangan hidup di dunia, dan dari penindasan berbagai agama yang sesat menuju agama Islam yang menuh keadilan.”
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Ditulis Oleh Administrator
|
|
Sunday, 07 June 2009 |
|
Muhammad Zaitun Rasmin, Lc Ketua Umum DPP Wahdah Islamiyah (Majalah Hidayatullah Ed.02/Juni 2009 Kolom Figur Hal.40) Sub Judul: - Syariat Bisa Tegak dalam Bingkai NKRI
- Berdakwah Hingga Negeri Sakura
- "Dia Toleran tapi Tegas" (Drs.H.Aswar Hasan, M.Si/Pengurus Forum Ukhuwah Islamiyah Sulsel
Sekitar tahun 1984, beberapa Mahasiswa Islam di Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, Sulawesi Selatan, sepakat menggelar pengajian di kampus. Muncul suatu masalah kecil, siapa dai yang akan diundang? Masalah tersebut menjadi besar manakala tak kunjung ditemukan dai yang akrab dengan komunitas kampus. Organisasi massa Islam yang ada di sana kurang dekat dengan mahasiswa. Sementara komunitas kampus umum seperti Unhas tak memiliki dai yang menguasai ilmu-ilmu islam secara memadai. Masalah ini diam-diam mengendap di benak salah seorang mahasiswa Unhas kala itu. Ia bernama Zaitun Rasmin, mahasiswa Fakultas Pertanian semester 4. Menurutnya kondisi seperti ini tak bisa dibiarkan berlarut-larut. Harus ada mahasiswa yang mau mengorbankan waktunya untuk memperdalam ilmu agama.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
|
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>
|
| Hasil 22 - 30 dari 118 |