Kalender Hijriyah

Rabiul Awal
25
Khamis
1431 HIJRAH
Loading Loading...

Login Form






Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar

Random Quran Verse

Displaying:
Srh. Al-Maidah (5)
Ayat 64
 Listen to this ayat (verse)  æóÞóÇáóÊö ÇáúíóåõæÏõ íóÏõ Çááøåö ãóÛúáõæáóÉñ ÛõáøóÊú ÃóíúÏöíåöãú æóáõÚöäõæÇú ÈöãóÇ ÞóÇáõæÇú Èóáú íóÏóÇåõ ãóÈúÓõæØóÊóÇäö íõäÝöÞõ ßóíúÝó íóÔóÇÁõ æóáóíóÒöíÏóäøó ßóËöíÑÇð ãøöäúåõã ãøóÇ ÃõäÒöáó Åöáóíúßó ãöä ÑøóÈøößó ØõÛúíóÇäÇð æóßõÝúÑÇð æóÃóáúÞóíúäóÇ Èóíúäóåõãõ ÇáúÚóÏóÇæóÉó æóÇáúÈóÛúÖóÇÁ Åöáóì íóæúãö ÇáúÞöíóÇãóÉö ßõáøóãóÇ ÃóæúÞóÏõæÇú äóÇÑÇð áøöáúÍóÑúÈö ÃóØúÝóÃóåóÇ Çááøåõ æóíóÓúÚóæúäó Ýöí ÇáÃóÑúÖö ÝóÓóÇÏÇð æóÇááøåõ áÇó íõÍöÈøõ ÇáúãõÝúÓöÏöíäó
5.64 . The Jews say : Allah ' s hand is fettered . Their hands are fettered and they are accursed for saying so . Nay , but both His hands are spread out wide in bounty . He bestoweth as He will . That which bath been revealed unto thee from thy Lord is certain to increase the contumacy and disbelief of many of them , and We have cast among them enmity and hatred till the Day of Resurrection . As often as they light a fire for war , Allah extinguisheth it . Their effort is for corruption in the land , and Allah loveth not corrupters .

[ Srh. Al-Maidah : 64 ]

Mutiara Hikmah

إِذَا تُتْلَى عَلَيْهِمْ آيَاتُ الرَّحْمَنِ خَرُّوا سُجَّدًا وَبُكِيًّا

“Apabila dibacakan ayat-ayat Ar-Rahman (Dzat Yang Maha Pemurah) kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan sujud dan menangis.” (Maryam: 58) (Mawa’izh lil Imam Sufyan Ats-Tsauri, hal. 132-133)

مَنِ ابْتَغَى الْعِلْمَ لِيُبَاهِيَ بِهِ الْعُلَمَاءُ أَوْ يُمَارِيَ بِهِ السُّفَهَاءُ أَوْ تَقْبَلُ أَفْئِدَةَ النَّاسِ إِلَيْهِ فَإِلَى النَّارِ. (رواه الحاكم، وصححه الألباني في صحيح الجامع الصغير)

“Barangsiapa yang mencari ilmu untuk mendapatkan sebutan sebagai ulama atau memperdaya orang-orang yang bodoh atau untuk memalingkan manusia kepadanya, maka atasnya api neraka.” (HR. Hakim, Syaikh Al-Albani menghasankannya dalam Shahihul Jami’ ash-Shaghir)

DARI PEMUDA GUA PDF Cetak E-mail
Ditulis Oleh Administrator   
Friday, 15 January 2010

Oleh : Al Fitrah Muhammad

 

“Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Rabb mereka, dan kami tambah pula untuk mereka petunjuk”.

(Al-Kahfi: 13)

     

     Saudaraku ikhwah fillah, di sana ada peristiwa dahsyat. Peristiwa yang patut kita tauladani. Sejarah emas masa lalu. Hebat, dan luar biasa. Sejarah mempertahankan keimanan. Cerita pemuda-pemuda yang bertauhid. Pemuda-pemuda yang memproleh hidayah Allah. Mengasingkan diri dari kaumnya. Sebagai bukti cinta kepada Allah. Menuju gua. Tempat untuk berlindung. Meninggalkan keluarga yang dicintai, istana yang luas, rumah yang mewah, dan taman yang indah. Dengan itu, Allah memberikan mereka kemenangan yang nyata.

    

      Sesungguhnya, ini adalah mutiara hikmah dari pemuda kahfi untuk kita semua. Untuk pemuda yang masih ada keimanannya. Saudaraku, mereka adalah pemuda kahfi yang hidup di zaman Raja Diqyanus. Seorang raja yang atheis (tidak bertuhan) dan zalim. Pemuda-pemuda ini menyaksikan kaumnya menyembah patung-patung. Bersujud kepada berhala-berhala. Mendekatkan diri kepada batu-batu yang tidak memberikan manfaat dan bahaya apapun. Allah ingin menghidupkan hati pemuda-pemuda ini. Pemuda yang berjumlah tujuh orang. “Siapa yang meninggikan langit? Siapa yang membentangkan bumi? Siapa yang menjadikan planet-planet bercahaya? Siapa yang menciptakan bintang-bintang kalau bukan Allah?” Kata seorang diantara mereka yang  umurnya sekitar usia baligh. Allah telah menebarkan keimanan di hati kawan kita ini.

 

Pemutakhiran Terakhir ( Friday, 15 January 2010 )
Selengkapnya...
 
UNTUKMU YANG HIDUP BERJAMAAH PDF Cetak E-mail
Ditulis Oleh Administrator   
Sunday, 10 January 2010

dikutip dari : ( afraafifah.wordpress.com / dengan sedikit perubahan )

 

“Life is an everlasting learning,

learn how to be honest to your own heart

and learn to have a big opened heart to love deeply

and to forgive quickly.”

[Anonymous]

Hidup Adalah Sebuah Proses…

Hidup adalah sebuah proses. Sebuah proses dari kita tidak mengerti apa-apa, yang saat itu, kita masih sangat bergantung pada Ibunda kita. Sampai sekarang. Ya, sampai saat ini. Sampai telah banyak yang kita ketahui tentang kehidupan. Meskipun masih banyak hal yang belum kita ketahui.

 

Setiap manusia itu berbeda-beda. Tiap-tiap kita pastilah mempunyai keunikan sendiri. Serta mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kita, bisa sampai kepada titik dimana sudah banyak yang kita ketahui tentang kehidupan, tak lain berasal dari proses belajar. Waktu balita kita belajar agar bisa berbicara. Belajar supaya kita bisa berjalan. Belajar bagaimana kita bisa mengucapkan terimakasih kepada Ayah dan Ibu kita. Waktu kecil, ketika kita belajar berjalan…lalu terjatuh…bangkit lagi, kemudian terjatuh lagi… lalu bangkit lagi…dan begitu seterusnya. Orangtua pun tidak menyalahkan kita atas jatuhnya kita. Justru sebaliknya, mereka selalu menyemangati kita untuk tetap berusaha agar bisa lancar berjalan. Bila kita terjatuh, mereka membantu… Bila kita menangis, mereka menenangkan dan menghibur kita… Mereka tidak mengejek kita karena belum bisa berjalan. Mereka, juga tidak pernah meremehkan kita karena sering terjatuh sewaktu belajar berjalan. Karena mereka, adalah orang-orang yang selalu menghargai proses belajar kita.

Pemutakhiran Terakhir ( Sunday, 10 January 2010 )
Selengkapnya...
 
Syeikh as-Sudais: Jangan Tinggalkan Risalah Dakwah PDF Cetak E-mail
Ditulis Oleh Administrator   
Saturday, 02 January 2010

Imam Masjidil Haram  ini menekankan pentingnya ilmu dan dakwah bagi kaum muslimin Indonesia. Ilmu adalah senjata yang sangat penting di zaman ini, katanya.

Hidayatullah.com--Imam Besar Masjidil Haram Syeikh Dr. Abdurrahman bin Abdul Aziz as-Sudais an-Najdi, dalam kunjungannya ke Kantor Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Jakarta, Senin, 28 Desember 2009, menyampaikan pesan kepada kaum muslimin agar tidak meninggalkan risalah dakwah.


Syeikh Abdurrahman As-Sudais menekankan bahwa risalah dakwah adalah sesuatu yang sangat penting yang harus diemban oleh kaum Muslimin. Beliau mengutip firman Allah dalam Al-Qur'an, "Katakanlah, Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam." [QS Al An'aam; 6:162].
Selengkapnya...
 
Melacak Akar Pemikiran Pluralisme PDF Cetak E-mail
Ditulis Oleh Administrator   
Saturday, 02 January 2010

Oleh : Ishaq Subu ( Mahasiswa Medina International University )

 

Pluralisme agama dalam pengertian sederhananya adalah upaya menampik klaim kebenaran. Selanjutnya ide ini menjelma dalam wujud wacana kesatuan transendental agama-agama. Gagasan ini,kemudian mengkhayalkan adanya titik temu antar agama pada level esoteris.


Pada awalnya gagasan ini diangkat dan di ‘turunkan ke bumi’ oleh Schuon kemudian disambut gegap gempita oleh para sarjana lintas agama dan akhirnya menjadi ‘wahyu’ yang mencerahkan dalam setiap kesempatan dialog lintas agama.

Jika kita menggali lebih dalam paham pluralisme agama ini lahir dari doktrin pluralisme.
Di Barat pluralisme memiliki akar yang dapat ditelusuri jauh ke belakang, ternyata yang paling endominasi adalah paham kenihilan (nihilisme) dan relativisme Barat post modern. Pluralisme mengandung dua makna, pertama, pengakuan terhadap kemajemukan, kedua, doktrin yang berisi pernyataan tidak ada jalan untuk menyatakan kebenaran tunggal, tidak ada pendapat yang mutlak benar bahkan semua pendapat sama benarnya.

 

Pemutakhiran Terakhir ( Saturday, 02 January 2010 )
Selengkapnya...
 
AL-WALAA’ WAL BARAA’ , SEBUAH KEHARUSAN PDF Cetak E-mail
Ditulis Oleh Administrator   
Thursday, 24 December 2009

Bulan Desember dan dua bulan sesudahnya adalah bulan yang di dalamnya banyak terdapat beberapa hari raya orang kafir. Hari Natal, tahun baru masehi, Imlek, dan Valentine day. Konyolnya, kaum muslimin yang mayoritas di negeri ini, ikut latah meramaikannya, bergembira dengan hari-hari tsb, bahkan tidak sedikit yang ikut merayakannya. wallahul musta’an.


Fenomena ikut-ikutan ini adalah salah satu bukti betapa minimnya pengetahuan kaum Muslimin terhadap agamanya. Sebab andai mereka tahu kemuliaan Din ini mereka pasti berlepas diri dari semua itu. Andai  mereka tahu bahwa konsekuensi kalimat laailaaha illallah adalah tidak ikut latah menyemarakkan hari raya kekufuran, maka pasti mereka tidak terjerumus di dalamnya, pada hal Allah telah memberi kita dua hari raya yang jauh lebih mulia. Pembaca yang budiman…pada edisi kali ini al-Balagh akan mengangkat tema al-walaa’ dan al-baraa’ yang merupakan kandungan kalimat tauhid laailaaha illallah. Selamat menyimak
Pemutakhiran Terakhir ( Thursday, 24 December 2009 )
Selengkapnya...
 
Puasa Asyura dan Bulan Muharram PDF Cetak E-mail
Ditulis Oleh Administrator   
Saturday, 19 December 2009

Sesungguhnya   bulan  Allah Muharram merupakan bulan yang agung lagi penuh berkah, Muharram adalah awal bulan pada tahun hijriyah dan termasuk salah satu dari bulan-bulan haram, sebagaimana firman Allah سبحانه وتعلى yang artinya :


Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu” (QS. At Taubah :36)

     

Selengkapnya...
 
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 Berikutnya > Akhir >>

Hasil 1 - 10 dari 50