| DARI PEMUDA GUA |
|
|
|
| Ditulis Oleh Administrator | |||||||||||||||||||||||||||||||
| Friday, 15 January 2010 | |||||||||||||||||||||||||||||||
|
Oleh : Al Fitrah Muhammad
“Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Rabb mereka, dan kami tambah pula untuk mereka petunjuk”. (Al-Kahfi: 13)
Saudaraku ikhwah fillah, di sana ada peristiwa dahsyat. Peristiwa yang patut kita tauladani. Sejarah emas masa lalu. Hebat, dan luar biasa. Sejarah mempertahankan keimanan. Cerita pemuda-pemuda yang bertauhid. Pemuda-pemuda yang memproleh hidayah Allah. Mengasingkan diri dari kaumnya. Sebagai bukti cinta kepada Allah. Menuju gua. Tempat untuk berlindung. Meninggalkan keluarga yang dicintai, istana yang luas, rumah yang mewah, dan taman yang indah. Dengan itu, Allah memberikan mereka kemenangan yang nyata.
Sesungguhnya, ini adalah mutiara hikmah dari pemuda kahfi untuk kita semua. Untuk pemuda yang masih ada keimanannya. Saudaraku, mereka adalah pemuda kahfi yang hidup di zaman Raja Diqyanus. Seorang raja yang atheis (tidak bertuhan) dan zalim. Pemuda-pemuda ini menyaksikan kaumnya menyembah patung-patung. Bersujud kepada berhala-berhala. Mendekatkan diri kepada batu-batu yang tidak memberikan manfaat dan bahaya apapun. Allah ingin menghidupkan hati pemuda-pemuda ini. Pemuda yang berjumlah tujuh orang. “Siapa yang meninggikan langit? Siapa yang membentangkan bumi? Siapa yang menjadikan planet-planet bercahaya? Siapa yang menciptakan bintang-bintang kalau bukan Allah?” Kata seorang diantara mereka yang umurnya sekitar usia baligh. Allah telah menebarkan keimanan di hati kawan kita ini. Maka, mereka sependapat. Perbuatan ini adalah sesat. Mereka berkata, “ Kaum kita ini telah menjadikan selain Dia illah-illah (untuk disembah). Mengapa mereka tidak mengemukakan alasan yang terang (tentang kepercayaan mereka). Siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang yang mengada-ada kebohongan terhadap Allah?” (Al-Kahfi: 16)
Allah melimpahkan rahmat kepada mereka. Mereka akhirnya menang. Berangkat menuju gua. Meninggalkan keluarga, istana, rumah, taman, lapangan, serta arena manapun. Sungguh mengagumkan! Gua menjadi terasa lelbih luas dari istana, lebih luas dari rumah mewah, dan lebih indah dari taman kerajaan. Sebab, dalam istana dan rumah mewah tidak terdapat keimanan, sehingga istana-istana terasa gelap dan kosong. Mereka masuk kedalam gua. Lalu anjing sang raja mengikuti mereka.
Allah meneguhkan hati mereka. Allah berfirman, “Dan kami telah meneguhkan hati mereka di waktu mereka berdiri lalu mereka berkata, “Rabb kami adalah Rabb langit dan bumi, kami sekali-kali tidak menyeru Illah selain Dia. Sesungguhnya kami kalau demikian telah mengucapkan perkataan yang amat jauh dari kebenaran.” (Al-Kahfi: 14).
Di dalam gua mereka berbicara tentang tauhid. Seolah-olah mereka sedang berada dalam satu pengajian ilmiah. Lalu, ketika mereka selesai berbincang-bincang, Allah menebarkan rasa ingin tidur kepada mereka. Lantas mereka pun tidur. Allah berfirman, “Dan kamu mengira mereka itu bangun padahal mereka itu tidur”. (Al-Kahfi: 18). Subhanallah! Mata mereka terbuka tiga ratus Sembilan tahun.
Allah berfirman, “Dan kami balik-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri”. (Al-Kahfi: 18) Agar tidak dimakan tanah, dan jasad mereka tidak rusak. “Sedang anjing mereka mengunjurkan kedua lengannya di muka pintu gua”. (Al-Kahfi: 18).
Saudaraku ikhwah fillah, Perhatikan peristiwa ini, betapa indahnya gambaran yang ditampilkan. Begitu menakjubkan pemandangan ini. Gambaran tentang pemuda-pemuda yang mendapat hidayah. Yang mengasingkan diri, untuk mempertahankan keimanan. Pemuda-pemuda yang diteguhkan imannya oleh Allah. Sampai keluaraga, saudara-saudara, maupun sanak family mereka tidak tahu akan keberadaan mereka. Allah Maha Bijaksana. Allah menyembunyikan mereka.
Akhi, renungkanlah, Jika hal ini terjadi pada diri kita yang masih muda, akankah kita tetap bertahan dengan tauhid? Tidak takut terhadap penguasa yang zalim,dan berhala-berhala yang sesat?. “Ya Allah berilah kami hidayah, dan teguhkanlah iman kami, agar kami menjadi pemuda kahfi”.
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
|||||||||||||||||||||||||||||||
| Pemutakhiran Terakhir ( Friday, 15 January 2010 ) | |||||||||||||||||||||||||||||||
| Berikutnya > |
|---|




