Kalender Hijriyah

Safar
24
Selasa
1431 HIJRAH
Loading Loading...

Login Form






Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar

Komentar

Sementara Online

Saat ini ada 1 tamu online

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini53
mod_vvisit_counterKemarin86
mod_vvisit_counterPekan ini139
mod_vvisit_counterBulan ini648
mod_vvisit_counterAll42252

Visitor Map

Mutiara Hikmah

إِذَا تُتْلَى عَلَيْهِمْ آيَاتُ الرَّحْمَنِ خَرُّوا سُجَّدًا وَبُكِيًّا

“Apabila dibacakan ayat-ayat Ar-Rahman (Dzat Yang Maha Pemurah) kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan sujud dan menangis.” (Maryam: 58) (Mawa’izh lil Imam Sufyan Ats-Tsauri, hal. 132-133)

مَنِ ابْتَغَى الْعِلْمَ لِيُبَاهِيَ بِهِ الْعُلَمَاءُ أَوْ يُمَارِيَ بِهِ السُّفَهَاءُ أَوْ تَقْبَلُ أَفْئِدَةَ النَّاسِ إِلَيْهِ فَإِلَى النَّارِ. (رواه الحاكم، وصححه الألباني في صحيح الجامع الصغير)

“Barangsiapa yang mencari ilmu untuk mendapatkan sebutan sebagai ulama atau memperdaya orang-orang yang bodoh atau untuk memalingkan manusia kepadanya, maka atasnya api neraka.” (HR. Hakim, Syaikh Al-Albani menghasankannya dalam Shahihul Jami’ ash-Shaghir)

DARI PEMUDA GUA
Ditulis Oleh Administrator   
Friday, 15 January 2010

Oleh : Al Fitrah Muhammad

 

“Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Rabb mereka, dan kami tambah pula untuk mereka petunjuk”.

(Al-Kahfi: 13)

     

     Saudaraku ikhwah fillah, di sana ada peristiwa dahsyat. Peristiwa yang patut kita tauladani. Sejarah emas masa lalu. Hebat, dan luar biasa. Sejarah mempertahankan keimanan. Cerita pemuda-pemuda yang bertauhid. Pemuda-pemuda yang memproleh hidayah Allah. Mengasingkan diri dari kaumnya. Sebagai bukti cinta kepada Allah. Menuju gua. Tempat untuk berlindung. Meninggalkan keluarga yang dicintai, istana yang luas, rumah yang mewah, dan taman yang indah. Dengan itu, Allah memberikan mereka kemenangan yang nyata.

    

      Sesungguhnya, ini adalah mutiara hikmah dari pemuda kahfi untuk kita semua. Untuk pemuda yang masih ada keimanannya. Saudaraku, mereka adalah pemuda kahfi yang hidup di zaman Raja Diqyanus. Seorang raja yang atheis (tidak bertuhan) dan zalim. Pemuda-pemuda ini menyaksikan kaumnya menyembah patung-patung. Bersujud kepada berhala-berhala. Mendekatkan diri kepada batu-batu yang tidak memberikan manfaat dan bahaya apapun. Allah ingin menghidupkan hati pemuda-pemuda ini. Pemuda yang berjumlah tujuh orang. “Siapa yang meninggikan langit? Siapa yang membentangkan bumi? Siapa yang menjadikan planet-planet bercahaya? Siapa yang menciptakan bintang-bintang kalau bukan Allah?” Kata seorang diantara mereka yang  umurnya sekitar usia baligh. Allah telah menebarkan keimanan di hati kawan kita ini.

 

Pemutakhiran Terakhir ( Friday, 15 January 2010 )
Selengkapnya...
 
UNTUKMU YANG HIDUP BERJAMAAH
Ditulis Oleh Administrator   
Sunday, 10 January 2010

dikutip dari : ( afraafifah.wordpress.com / dengan sedikit perubahan )

 

“Life is an everlasting learning,

learn how to be honest to your own heart

and learn to have a big opened heart to love deeply

and to forgive quickly.”

[Anonymous]

Hidup Adalah Sebuah Proses…

Hidup adalah sebuah proses. Sebuah proses dari kita tidak mengerti apa-apa, yang saat itu, kita masih sangat bergantung pada Ibunda kita. Sampai sekarang. Ya, sampai saat ini. Sampai telah banyak yang kita ketahui tentang kehidupan. Meskipun masih banyak hal yang belum kita ketahui.

 

Setiap manusia itu berbeda-beda. Tiap-tiap kita pastilah mempunyai keunikan sendiri. Serta mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kita, bisa sampai kepada titik dimana sudah banyak yang kita ketahui tentang kehidupan, tak lain berasal dari proses belajar. Waktu balita kita belajar agar bisa berbicara. Belajar supaya kita bisa berjalan. Belajar bagaimana kita bisa mengucapkan terimakasih kepada Ayah dan Ibu kita. Waktu kecil, ketika kita belajar berjalan…lalu terjatuh…bangkit lagi, kemudian terjatuh lagi… lalu bangkit lagi…dan begitu seterusnya. Orangtua pun tidak menyalahkan kita atas jatuhnya kita. Justru sebaliknya, mereka selalu menyemangati kita untuk tetap berusaha agar bisa lancar berjalan. Bila kita terjatuh, mereka membantu… Bila kita menangis, mereka menenangkan dan menghibur kita… Mereka tidak mengejek kita karena belum bisa berjalan. Mereka, juga tidak pernah meremehkan kita karena sering terjatuh sewaktu belajar berjalan. Karena mereka, adalah orang-orang yang selalu menghargai proses belajar kita.

Pemutakhiran Terakhir ( Sunday, 10 January 2010 )
Selengkapnya...
 
Syeikh as-Sudais: Jangan Tinggalkan Risalah Dakwah
Ditulis Oleh Administrator   
Saturday, 02 January 2010

Imam Masjidil Haram  ini menekankan pentingnya ilmu dan dakwah bagi kaum muslimin Indonesia. Ilmu adalah senjata yang sangat penting di zaman ini, katanya.

Hidayatullah.com--Imam Besar Masjidil Haram Syeikh Dr. Abdurrahman bin Abdul Aziz as-Sudais an-Najdi, dalam kunjungannya ke Kantor Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Jakarta, Senin, 28 Desember 2009, menyampaikan pesan kepada kaum muslimin agar tidak meninggalkan risalah dakwah.


Syeikh Abdurrahman As-Sudais menekankan bahwa risalah dakwah adalah sesuatu yang sangat penting yang harus diemban oleh kaum Muslimin. Beliau mengutip firman Allah dalam Al-Qur'an, "Katakanlah, Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam." [QS Al An'aam; 6:162].
Selengkapnya...
 
Penerjemah Imam Masjidil Haram
Ditulis Oleh Administrator   
Saturday, 02 January 2010

(Tribun, Rabu 30 Desember 2009)

KETUA Umum Wahdah Islamiyah Muhammad Zaitun Rasmin mendapat kepercayaan menjadi penerjemah Dr Abdurrahman bin Abdul Azis as Sudais, Imam Besar Masjidil Haram, saat hadir sebagai pembicara di Kantor Pusat Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII), Jl Kramat Raya, Jakarta, Senin (28/12) lalu. Pertemuan itu dihadiri beberapa ormas dan elemen organisasi Islam di Indonesia. Usai jadi penerjemah, Zaitun merasa sangat bahagia. "Apalagi saya sempat salat Isya dengan diimami langsung oleh Syaikh Abdurrahman bin Abdul Azis as Sudais," katanya melalui email ke Tribun, kemarin.

Syaikh Abdurrahman bin Abdul Azis as Sudais merupakan imam urutan teratas di antara imam-imam di Masjidil Haram. Ia telah menghafal al Quran sejak usia 12 tahun dan diangkat menjadi Imam Masjidil Haram pada umur 22 tahun. Menerima gelar PhD dari Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud pada 1987. (jum)

 
Melacak Akar Pemikiran Pluralisme
Ditulis Oleh Administrator   
Saturday, 02 January 2010

Oleh : Ishaq Subu ( Mahasiswa Medina International University )

 

Pluralisme agama dalam pengertian sederhananya adalah upaya menampik klaim kebenaran. Selanjutnya ide ini menjelma dalam wujud wacana kesatuan transendental agama-agama. Gagasan ini,kemudian mengkhayalkan adanya titik temu antar agama pada level esoteris.


Pada awalnya gagasan ini diangkat dan di ‘turunkan ke bumi’ oleh Schuon kemudian disambut gegap gempita oleh para sarjana lintas agama dan akhirnya menjadi ‘wahyu’ yang mencerahkan dalam setiap kesempatan dialog lintas agama.

Jika kita menggali lebih dalam paham pluralisme agama ini lahir dari doktrin pluralisme.
Di Barat pluralisme memiliki akar yang dapat ditelusuri jauh ke belakang, ternyata yang paling endominasi adalah paham kenihilan (nihilisme) dan relativisme Barat post modern. Pluralisme mengandung dua makna, pertama, pengakuan terhadap kemajemukan, kedua, doktrin yang berisi pernyataan tidak ada jalan untuk menyatakan kebenaran tunggal, tidak ada pendapat yang mutlak benar bahkan semua pendapat sama benarnya.

 

Pemutakhiran Terakhir ( Saturday, 02 January 2010 )
Selengkapnya...
 
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>

Hasil 1 - 9 dari 118